Saat saya SMP, orang tua saya selalu menekankan supaya kami anak2nya rajin belajar untuk kepentingan masa depan kami sendiri, bukan untuk mereka. Saya belum mengerti saat itu, yang saya tahu saya lebih suka nonton film kartun atau baca novel atau buku cerita dibandingkan belajar.

Sekarang saya sadar kalau maksud dari orang tua saya itu adalah anak bukan menjadi suatu investasi buat mereka, yang akan membiayai mereka jika mereka sudah tua (tidak produktif lagi) nanti. Logika mereka sudah sampai pada tahap pemutusan rantai dengan apa yang disebut sandwich generation.

Sandwich Generation adalah generasi dimana seseorang menanggung orang tua sekaligus juga menanggung anak-anak mereka. Orang tua saya masuk dalam kategori ini, karena totally orang tuaku membiayai kehidupan nenekku (100%).

Berdasarkan googling, data tahun November 2008, di Amerika ada sejumlah 20 juta orang yang masuk dalam generasi ini. Jika saja negara Amerika yang sudah memiliki tingkat kesejahteraan lebih tinggi, bagaimana dengan Indonesia ?

Okay, tidak usah jauh-jauh, jika Anda sudah berkeluarga dan sudah punya anak..coba cek post pengeluaran perbulan. Apakah ada post khusus untuk kiriman sama orang tua dan rutin ? Jika Anda tidak mengirim uang, apakah orang tua Anda tidak bisa memenuhi kebutuhannya ?

Jika iya, artinya Anda termasuk dalam sandwich generation ? Terus lihat disekitarmu, berapa banyak orang yang pernah “mengeluhkan” pengeluaran yang berat karena selain menanggung keluarga sendiri juga masih harus menanggung orang tua. Apalagi orang tuanya sudah sakit-sakitan.

Bagaimana rasanya ? Apakah semua selalu bisa berjalan dengan mulus ? Jika ya…how lucky you are.

Waktu jalan ke Gili Trawangan, Lombok, saya mengambil tour keliling gili. Dalam tour itu beberapa ibu2 (sudah nenek mungkin ya, karena sudah cukup tua tapi masih fit), dengan pakai baju renang asik bersnorkling ria. Mereka semua warga negara asing (kebanyakan warga negara Eropa).  Pemandangan ini juga saya temukan saat ambil tour ke Phuket, Thailand.

Waw..keren…pikirku. Kalo saya suatu saat nanti sudah berumur seperti mereka, bisa enggak ya menikmati hidup seperti mereka. Bersnorkling ria ke kepulauan Karibia…atau ke Maladewa atau Hawai lah. (kejauhan ya angan2nya…enggak lah ! Everything is possible kok).

Kenapa mereka bisa begitu ya ? Dimasa pensiun mereka, bisa menikmati hidup dan jalan-jalan jauh dari negara mereka ? Dibiayain sama anak mereka ? *saya pikir enggak*

Mereka pasti sudah menabung dan investasi di masa muda untuk masa pensiun (non produktif) mereka. Dan yang pasti mereka tidak menciptakan anak Sandwich Generation.

Nah mau seperti mereka tadi atau mau menciptakan sandwich generation ?

Kita masih punya waktu banyak….

Ayo mari kita mulai dari dini.

KOMPAS.com – Pilihan investasi banyak ragamnya. Prinsip utamanya, Anda perlu memahami untuk apa investasi tersebut. Apa bedanya dengan menabung? Toh, keduanya merupakan bentuk perencanaan keuangan untuk persiapan masa mendatang, kan?

Kondisi keuangan yang tak pasti akan membuat Anda memilih untuk menabung atau investasi. Inflasi yang sudah hampir pasti terjadi atau bahkan deflasi bisa saja menghantam kondisi keuangan, termasuk kantong pribadi Anda.

Dengan menabung Anda hanya akan menyimpan uang, tetapi tidak mengembangkannya. Artinya, selama 10 tahun menyimpan uang nilainya tak berubah. Sementara itu, inflasi menyebabkan harga barang dan jasa semakin tinggi. Nilai tabungan Anda takkan mengimbangi laju inflasi. Sedangkan dengan berinvestasi, Anda mampu meningkatkan nilai uang karena adanya nilai tambah dari uang yang Anda investasikan dari berbagai pilihan instrumen yang ada. Seperti emas, yang harganya akan terus tinggi. Jika Anda beli emas saat ini, nilainya akan naik sekitar 50 persen setiap tahunnya. Lain lagi dengan pasar uang seperti saham sebagai instrumennya.

Jika Anda tertarik berinvestasi saham, simak langkahnya:

1. Cari informasi dan buatlah keputusan
Seperti dijelaskan sebelumnya, inflasi atau deflasi, bisa terjadi di masa mendatang. Anda akan sangat mudah kehilangan uang disebabkan oleh keduanya. Menyimpan uang berbahaya apalagi jika resesi terjadi. Solusinya, belilah aset berharga. Saham termasuk aset yang mudah diperjualbelikan, asalkan memahami risikonya. Pemahaman tentang berbagai produk investasi sangat bisa dipelajari. Internet menjadi sumber informasi yang paling mudah saat ini. Yang terpenting adalah membuat keputusan, bahwa Anda harus menyelamatkan diri dari keruntuhan finansial yang bisa disebabkan oleh berbagai kondisi keuangan.

2. Sehatkan kondisi keuangan Anda
Sebelum membeli produk investasi, pastikan kondisi keuangan Anda sudah sehat. Artinya, jumlah hutang menurun, setidaknya Anda hanya punya cicilan kendaraan saja. Sebisa mungkin hindari hutang atau setidaknya kurangi hutang Anda. Miliki dana cadangan sebesar tiga atau enam bulan dari total pengeluaran setiap bulannya. Uang ini merupakan tabungan Anda untuk jaga-jaga jika kondisi keuangan menurun drastis karena kehilangan pekerjaan atau bisnis merugi.

3. Memilih broker
Cari informasi selengkap-lengkapnya tentang pilihan saham dan juga broker-nya. Jangan pilih perusahaan broker yang tak jelas kinerja dan profilnya, atau tanpa ada rekomendasi dari orang lain yang sudah berinvestasi saham. Biasanya, bank besar memiliki broker saham. Setidaknya broker dari bank lebih terpercaya karena Anda sudah lama menjadi pelanggan bank tersebut. Jika merasa yakin dan aman, Anda juga bisa memilih broker dari jasa broker online. Prinsipnya, kenali kebutuhan Anda agar bisa memilih broker yang tepat.

4. Memilih layanan yang ditawarkan broker
Broker memiliki banyak tipe layanan jasa. Ada yang jasa umum, ini lebih murah. Ada juga yang memberikan jasa konsultasi, biasanya perlu ekstra budget untuk tipe ini. Jika Anda merasa mampu menganalisa perdagangan saham, pilih saja broker yang hanya melayani kebutuhan dasar tanpa ruang konsultasi. Namun jika Anda tidak memiliki gambaran sama sekali tentang investasi saham, sebaiknya pilih broker yang sekaligus bisa menjadi konsultan Anda.

Putuskan juga bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan broker. Buatlah kesepakatan dengan broker, apakah komunikasi dilakukan dengan temu muka, atau bisa dihubungi dengan telepon kapan saja, atau melalui internet. Pastikan juga, apakah Anda hanya ingin membeli dan menjual saham atau juga produk pasar modal lain seperti reksadana atau obligasi.

5. Membeli saham
Setelah memilih broker yang tepat saatnya mulai memilih dan membeli saham. Anda yang bertugas menentukan pilihan saham, lalu broker yang akan membelikannya untuk Anda. Pilihlah saham dengan hati-hati. Sebaiknya beli saham perusahaan yang memiliki kinerja baik bahkan menjadi leader di bidang usahanya. Beli saham dari berbagai bidang usaha atau lakukan diversifikasi. Misalnya saham bank, ritel, perusahaan makanan-minuman, hotel, perusahaan energi, dan komoditi.

Saat Anda sudah menentukan pilihan saham, hubungi broker atau perusahaan broker dan mintalah aplikasi pembelian saham. Banyak broker yang menawarkan pembelian saham melalui sistem online. Syaratnya, Anda harus mengirim cek atau transfer uang untuk pembukaan rekening. Karenanya, Anda perlu memilih broker terpercaya, lebih baik lagi jika direkomendasikan oleh teman atau kerabat Anda. Mengirim cek akan mempercepat proses pembukaan rekening. Segera setelah rekening Anda miliki, Anda bisa mulai membeli dan menjual saham.

Lakukan evaluasi berkala untuk memantau perkembangan kinerja perusahaan dan saham yang Anda miliki darinya. Apakah investasi menguntungkan atau mulai dirasa menurun kinerjanya.
WAF

sumber : http://female.kompas.com/read/xml/2010/09/14/08482034/Langkah.Awal.Membeli.Saham-5

Jakarta – Fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) bisa dinikmati oleh masyarakat dengan mengajukan permohonan di seluruh kantor cabang PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Masyarakat yang berpenghasilan maksimal Rp 4,5 juta per bulan cukup membawa SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) Pajak dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) ke BTN, dan selanjutnya diproses untuk mendapatkan keringan cicilan kredit perumahan.

“Bisa mendaftar di seluruh kantor BTN. Persyaratan SPT dan NPWP,” ujar Direktur BTN, Irman A. Zahiruddin dalam acara penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama operasional Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) dan BBTN di Jakarta, Selasa (7/9/2010).

FLPP bertujuan memberikan kesempatan masyarakat yang memenuhi persyaratan kredit rumah yang dibeli dari pengembang, dengan cicilan lebih ringan dari yang berlaku saat ini. Bagi masyarakat yang sudah memiliki KPR konvensional pun, bisa mengkonversi menjadi KPR dengan FLPP dan segera menikmati bunga di bawah 10%.

“Karena ini kita mix, untuk membuat suku bunga di bawah dua digit dengan tenor tetap 15 tahun. Nantinya bunga hanya 2,5-3% di atas SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Ini yang saya sebut sebagai revolusi suku bunga,” tegas Menteri Perumahan Rakyat, Suharso Monoarfa.

Penetapan bunga yang lebih rendah ini disebabkan karena masuknya FLPP dalam pembiayaan kredit perumahan bagi seluruh masyarakat. Porsinya bahkan mencapai 50% dari total nilai KPR.

Semakin kecil nilai KPR, maka masyarakat berkesempatan mendapat FLPP lebih besar dan begitu pula sebaliknya. Kenapa? Karena ini merupakan tujuan dari pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki hunian.

“Perhitungan sementara, nilai KPR Rp 90 juta, maka FLPP bisa 50%, bank menanggung 49%. Kalau nilai Rp 75 juta FLPP bisa 57%, sedangkan bank 42%. Ini yang disebutkan memenuhi azas keadilan,” tambah Suharso.

“Dan saat cicilan di tahun ke-10 sampai ke-15 maka bisa saja angsuran menjadi lebih murah karena sudah tidak ditanggung BTN, tapi sudah BLU-PPP (Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan),” tegasnya.

Fasilitas ini bisa dilaksanakan pada empat produk BTN, di antaranya KPR Sejahtera Tapak, KPR Sejahtera Susun, KPR Sejahtera Syariah Tapak dan KPR Syariah Susun. Acuan bunga sementara untuk KPR Tapak, berada di level 8,15-8,5%, dengan nilai KPR Rp 50-80 juta. Dan bunga 9,25-9,9% untuk KPR susun dengan nilai Rp 90-135 juta.

“Masyarakat berpenghasilan Rp 1,5 juta per bulan bisa memiliki KPR Rp 50 juta, dengan bunga 8% dan cicilan Rp 400 ribu-an per bulan selama 15 tahun,” ucapnya.

“Kalau penghasilan Rp 3 juta berarti KPR bisa Rp 100 juta, cicilan Rp 980 ribu per bulan selama 15 tahun,” terang Suharso.

Pelaksanaan FLPP ini merupakan tindak lanjut Kepmenkeu No. 290/KMK.05/2010 tanggal 15 Juli 2010, di mana FLPP dilaksanakan oleh BLU-PPP. Dana yang akan dikelola oleh BLU ini mencapai Rp 2,683 triliun pada semestar II-2010 untuk dimanfaatkan pada pencapaian sebagian dari target Kemenpera tahun 2010.

(wep/dnl)

Sumber :  detik.com

Question :

Aku butuh modal untuk usaha Rp. 30 juta.  Bisa bantu referensi darimana ya ? Saya punya sertifikat tanah.

- MS -

Answer :

Ada 3 sumber untuk mendapatkan modal guna mendirikan suatu usaha yaitu modal dari kita sendiri, investor dan perbankan.

Dari pertanyaaan diatas, sudah mengindikasikan akan mendapatkan modal dari pihak lain. Baiklah kita bahas satu persatu kemungkinan yang bisa.

Saran yang pernah saya terima dari seorang pebisnis yang sudah berhasil, untuk bisnis baru, lebih bagus mendapatkan modal baru dari investor, tetapi jangan lupa setelah itu susun strategi menjadi raja baru.

Cara Mendapatkan Modal Usaha :

A. Keluarga, Teman atau Rekan

Modal usaha bisa didapatkan dengan mengajak keluarga, teman atau rekan Anda yang mempunyai konsep bisnis yang sama dengan Anda untuk sharing modal.  Tentunya satu sama lain sudah kenal dengan baik dan saling tahu kemampuan dan komitmennya.  Dan Mereka ini akan meminjamkan uang karena mereka mempercayai Anda dan mengharapkan yang terbaik. Tapi walaupun berdasarkan asas kekeluargaan atau pertemanan tetap membuat perjanjian dengan posisi mereka sebagai Investor sesuai dengan proporsi kontribusi.  Tetap di kelola secara professional sehingga tidak menyebabkan konflik saat misalnya bisnis tidak berhasil atau bertambah maju.

B. Investor

Bagaimana cara mendapatkan Investor ?  Bisa Anda dapatkan secara profesional dengan :

1. Membuat profile perusahaan yang mau Anda jalankan secara detail, lengkapi dengan pengalaman Anda jika sudah pernah menjalankan usaha yang sama atau pengalaman Anda yang lain yang membuat calon Investor yakin dan tertarik dengan rencana usaha Anda.

2. Informasikan dan jabarkan secara detail cara Anda dalam menjalankan usaha dan strategi Anda untuk menciptakan keuntungan bagi calon Investor dan Anda.

3. Berikan detail hitung-hitungan simulasi dan estimasi usaha dan waktu yang dibutuhkan untuk balik modal sampai kemudian memberikan keuntungan kepada calon investor.

4. Berikan garansi kalau dana akan dikembalikan 100% jika bisnis tidak berhasil.  Bisa dengan memberikan jaminan sehingga si Investor tidak merasa takut atau was-was jika Anda kabur jika usaha tidak berhasil.

5. Tunjukkan jika berinvestasi di usaha yang Anda jalankan merupakan kesempatan emas bagi calon Investor

C. Perbankan

Mengail kredit bank terkadang sulit karena syarat kredit teramat berat dan berliku-liku.  Tapi ini bisa Anda siasati dengan melengkapi persyaratan administrasi dan membuat proposal kredit usaha yang bankable dan sesuai dengan kondisi lapangan.  Umumnya Bank memberikan kredit untuk usaha yang sudah berjalan sekitar dua tahun.

Jika kebutuhan dana dalam jumlah cukup besar dan kemudian bank mensyaratkan adanya collateral atau jaminan, maka jumlah plafond kredit pun akan disesuaikan dari nilai jaminannya. Umumnya pinjaman bisa diberikan maksimal 60%-70% dari nilai jaminan.

D. Mitra Perusahaan Besar dan UMKM (CSR Perusahaan Besar)

Kemitraan utama adalah jalinan kerjasama usaha yang saling menguntungkan antara usaha kecil dengan pengusaha menengah atau besar. Selain meminjamkan duit, diberikan juga pendidikan dan latihan bagi si mitra menyangkut pelatihan peningkatan produksi, pembukuan, akutansi, pemasaran dll.

Biasanya perusahaan yang mengembangkan kemitraan ini menentukan syarat-syarat tertentu tetapi relatif lebih ringan dibandingkan perbankan.  Begitu juga dengan bunga yang dikenakan karena itu disebut dengan pinjaman lunak.

Ide-ide lain mendapatkan modal (tapi ini tidak garansi oleh penulis…hehhehhe), harus dipertimbangkan matang-matang, pikirkan resikonya kedepan :

* Nebeng : Carilah seseorang dengan tingkat kelayakan yang cukup tinggi untuk ikut menjamin pinjaman bersama Anda; kemudian bayarlah sebelum tanggal jatuh tempo.  Tapi rulenya : jangan memberikan masalah dalam pembayaran kepada “tebengan” Anda.

* Menjual Aset : Mencairkan rekening (tabungan pensiun) atau Jamsostek, menjual tanah, mobil atau menjual aset berharga apapun sampai mendapatkan cukup uang untuk modal usaha.

* Kantor (tempat bekerja) : Jika Anda merupakan seorang karyawan dan kantor Anda menyediakan fasilitas pinjaman Karyawan, mungkin Anda bisa menggunakan fasilitas ini dengan pembayaran pemotongan gaji secara otomatis tiap bulan.  Yang patut Anda pertimbangankan, potongan tesebut jangan sampai mengganggu cash flow biaya hidup keluarga Anda.

Semoga penjelasan diatas bisa memberikan ide guna mendapatkan modal usaha yang Anda butuhkan.  Perlu usaha dan informasi yang cukup untuk mempelajari berbagai tawaran kredit.  Good luck…

Ketika kita berpatungan atau iuran ramai-ramai bareng teman untuk membeli sesuatu, pasti ada seseorang yang bertindak sebagai koordinator.  dalam dunia reksadana, “koordinator” semacam ini juga ada, namanya Manajer Investasi (MI)

MI reksadanalah yang memungkinkan para investor yang tak saling mengenal bisa berinvestasi bersama dalam reksadana.  Dialah yang mengumpulkan uang hasil iuran investor, menetapkan tata cara menyetor modal, mengelola seluruh dana yang terkumpul agar mendapatkan keuntungan setinggi mungkin, lalu mengembalikan dana berikut keuntungannya jika investor menghendaki.  Pendek kata, MI lah yang menjadi penyelenggara produk investasi bernama reksadana ini.

Oiya, MI bukanlah seseorang, melainkan perusahaan yang mempekerjakan para profesional.  MI harus mengantongi izin dari Badan Pengawas Pasar Modal – Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), sebelum beroperasi.  Lembaga resmi bentukan pmerintah ini mengawasi MI agar bekerja baik, tak mencurangi investor.

Di Indonesia terdapat berpuluh-puluh MI reksadana.  Masing-masing menawarkan reksadana yang berbeda.  Kelihaian MI memutar dana investor juga lain. So, memilih MI yang tepat adalah salah satu kunci sukses berinvestasi reksadana.

Sumber : Tabloid Kontan

Rendahnya bunga tabungan dan deposito sementara disisi lain penghasilan yang sepertinya selalu ketinggalan dan tidak mampu mengejar tujuan-tujuan keuangan yang telah kita susun sebelumnya, memaksa kita untuk berpikir dan bertindak lebih bijak mencari alternatif bentuk investasi lain.  Sebagai gambaran uang di  tabungan baru tidak akan tergerus jika saldonya minimal Rp 6 juta.  Karena pada level itu, biaya administrasi dan bunga mencapai titik keseimbangan.

Instrumen  investasi apa saja yang tersedia buat kita agar tercapai tujuan-tujuan keuangan yang telah kita buat ?  Yang dapat dimengerti oleh kita, dimana pengetahuan kita tentang investasi terbatas, waktu terbatas, dan dana terbatas.  Pokoknya semuanya serba TERBATAS  :-) .   Oiya, tetapi harus liquid (artinya mudah di konversi ke cash) dan returnnya lebih tinggi dari tabungan.

Reksadana lah jawabannya.  Reksadana muncul karena umumnya pemodal mengalami kesulitan melakukan investasi sendiri pada berbagai macam instrumen surat berharga. Terbatasnya pengetahuan pemodal yang membuat kesulitan dalam melakukan berbagai analisa dan memonitor kondisi pasar secara terus menerus yang sangat menyita waktu.  Kesulitan lain adalah dibutuhkannya dana yang relatif besar  untuk dapat investasi pada instrumen surat berharga tersebut.

Secara umum reksadana utama yang ditawarkan Manajer Investasi (MI) di Indonesia dibagi dalam 4 jenis kategori yaitu :

Reksadana Pasar Uang

Reksadana Pasar Uang adalah reksadana yang menempatkan 100% dana kelolaan pada instrumen pasar uang.  Yaitu instrumen utang jangka pendek yang tak lebih dari setahun. Misalnya, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito, atau obligasi yang akan jatuh tempo kurang dari setahun.  Instrumen Pasar Uang – kecuali obligasi berumur kurang dari setahun – tidak diperjualbelikan.  Oleh karena itu (Nilai Aktiva Bersih) NAB reksadana ini tidak berubah-ubah atau tetap.  Keuntungan yang Anda terima tidak tercermin dari NAB, melainkan dalam bentuk tambahan jumlah Unit Penyertaan (UP) milik Anda.

Dengan karakteristik seperti ini, reksadana pasar uang cocok bagi mereka yang terbiasa berinvestasi di deposito. Produk ini juga pas buat pemodal yang beriorientasi jangka pendek dan jenis pemodal yang mempunyai toleransi resiko rendah (konservatif).  Tentu saja para pemodal mesti maklum bila hasil investasi reksadana ini tak berbeda jauh dari deposito. Soalnya, reksadana pasar uang menempatkan sebagian dana pemodal ke deposito bank.


Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari porfolionya yang dikelola Manajer Investasi (MI) dalam efek bersifat utang. Dengan membeli surat utang, MI akan mendapatkan bunga secara rutin. Inilah maksud “pendapatan tetap” : nilai bunga yang diterima oleh MI dan penerbit obligasi selalu tetap sampai jatuh tempo.

Meski begitu, bukan berarti NAB reksadana ini juga selalu tetap. Asal Anda tahu, obligasi juga lazim diperjualbelikan di pasar modal. Pada saat tertentu harga obligasi naik, pada saat yang lain harganya turun. Nah, fluktuasi harga surat utang ini mempengaruhi NAB reksadana, dan pada gilirannya mempengaruhi harga UP.

Meski dalam kondisi normal fluktuasi NAB reksadana pendapatan tetap tak sebesar reksadana saham, sebaiknya Anda juga menjadikan reksadana obligasi ini sebagai instrumen investasi jangka menengah, 1-3 tahun. Dengan strategi seperti ini, pemodal reksadana pendapatan tetap kemungkinan akan terhindar dari kerugian akibat fluktuasi harga obligasi dalam jangka pendek.

Reksadana pendapatan tetap ditujukan bagi pemodal yang mempunyai toleransi resiko menengah (moderate)


Reksadana Saham

Sesuai namanya, reksadana saham adalah reksadana yang menempatkan mayoritas dana pemodal dalam instrumen saham.  Gampangnya, MI reksadana saham menggunakan uang Anda untuk berinvestasi dalam bentuk saham. NAB reksadana saham bergerak seiring perubahan harga saham yang telah dibeli MI (portofolio) di bursa. Jika harga-harga saham tersebut naik, NAB juga meningkat. Begitu pula sebaliknya; saat harga saham turun, NAB reksadana ikut melorot. Berhubung NAB reksadana saham gampang naik turun, harga UP juga fluktuatif. Jika Anda menjual UP ketika harganya relatif lebih rendah dibandingkan saat Anda membeli, Anda akan merugi dan sebaliknya.

Oleh sebab itu, reksadana saham hanya cocok untuk investasi jangka panjang, minimal 5 tahun. Dalam jangka panjang, umumnya harga-harga saham meningkat sehingga Anda juga bisa berharap NAB reksadana saham juga naik.

Reksadana saham ini ditujukan untuk mereka yang mempunyai toleransi resiko tinggi (agresif).


Reksadana Campuran

Reksadana campuran merupakan reksadana yang menginvestasikan dananya pada saham, obligasi dan deposito sekaligus. Gampangnya, ini reksadana gado-gado. Penempatan dananya bisa di saham, surat utang atau obligasi, deposito dan instrumen investasi lainnya. Komposisinya pun bisa sangat fleksibel. Dengan membeli reksadana campuran, pemodal berkesempatan memperoleh imbal hasil dari berbagai macam instrumen investasi.

Biasanya tingkat keuntungan yang diberikan reksadana campuran bisa lebih tinggi ketimbang reksadana pasar uang dan pendapatan tetap, bahkan seringkali hampir menyamai imbal hasil di reksadana saham. Dilain pihak, resiko reksadana ini boleh dibilang tidak sebesar reksadana saham. Sebab, MI bisa leluasa memutar dana di segala situasi. Nah, oleh karena itu, pemodal bisa memilih reksadana campuran ini sebagai alternatif reksadana saham.

Disclaimer :  Pemodal reksadana perlu menyadari bahwa reksadana mengandung risiko dan kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan dan tidak harus menunjukkan kinerja masa yang akan datang.

Referensi :

  • Tabloid Kontan
  • REKSADANA (Solusi Perencanaan Investasi di Era Modern) oleh Eko Priyo Pratomo

Bagi para pemula, sering bingung dan terbalik-balik antara reksadana dengan Danareksa ? Kedua kata ini memang sekilas terdengar mirip karena suku katanya saja yang dibalik. :-)

Danareksa merupakan nama sebuah Badan Usaha Milik Negara Indonesia  yang bergerak dibidang jasa keuangan yaitu PT Danareksa.  Yang mungkin membuat sedikit bingung adalah PT. Danareksa juga mempunyai produk reksadana.

Singkatnya bisa dikatakan Danareksa adalah sebuah perusahaan keuangan sedangkan reksadana adalah produk dari suatu perusahaan keuangan.

Apa itu Reksadana ?

Secara definisi, Reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer investasi untuk kemudian diinvestasikan ke aset finansial lainnya seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang lainnya.

Kalau dianalogikan, Reksadana itu adalah gabungan dana dari banyak orang atau pihak (yang sering disebut dengan istilah “investor“)  untuk dikelola sehingga bisa memberikan keuntungan buat pemilik dana (investor).

Mirip-mirip dengan arisan atau patungan (saweran) uang yang sering dilakukan oleh para ibu-ibu atau generasi muda saat ini, cuma dana tersebut dipakai untuk tujuan berinvestasi bukan konsumtif dengan memberikannya untuk dikelola oleh profesional (Manajer Investasi).

Peserta reksadana yang kita sebut dengan investor tadi belum tentu saling kenal.  Karena mereka tersebar dan berasal dari berbagai tempat.  Yang mengikat para investor adalah tujuan mereka sama yaitu mendapatkan keuntungan dari “patungan” investasi mereka. Yang kadang sering disebut dengan istilah return (tingkat pengembalian).

Jadi sekarang sudah tidak akan kebalik balik lagi kan penyebutan antara danareksa dengan reksadana :-)

Contoh Corfirmation Statement dari Danareksa dengan produknya reksadana saham mawar

Senin, 08 Februari 2010 19:33 WIB

JAKARTA–MI: Uang pesangon yang biasanya diberikan kepada pegawai yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sekarang sudah dikenai pajak Penghasilan Orang Pribadi (PPh 21). Hal tersebut tertuang dalam PMK (Peraturan Menteri Keuangan) No.16/PMK.03/2010.

Dalam PMK tersebut terdapat aturan mengenai tarif pajak PPh21 terkait dengan pesangon. Untuk penghasilan bruto sampai dengan Rp 50 juta akan terkena tarif PPh 21 sebesar nol persen.  Sementara itu untuk penghasilan bruto dari Rp 50 juta sampai dengan Rp 100 juta dikenai pajak sebesar 5 persen.

Penghasilan bruto dari Rp 100 juta sampai dengan Rp 500 juta akan dikenai pajak sebesar 15 persen. Dan untuk penghasilan bruto diatas Rp 500 juta akan dikenai pajak sebesar Rp 25 persen.

Selain uang pesangon, uang pensiun pun dikenai pajak PPh21. Dalam PMK tersebut disebutkan bahwa kriterianya adalah uang manfaat pensiun, tunjangan hari tua, atau jaminan hari tua. Untuk tunjangan dari penghasilan bruto hingga Rp 50 juta akan dikenakan tarif sebesar nol persen. Dan untuk penghasilan bruto diatas Rp 50 juta hanya akan dikenai sebesar  5 persen.

Pengenaan pajak tersebut dilakukan pada pembayaran paling lama dua tahun kalender. Sementara itu untuk pegawai yang tidak mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) akan dikenakan lebih banyak 20 persen dari patokan semula. (RR/OL-03)

Sumber : Media Indonesia

Next Page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.