By : Uliel Siregar
Tadi malam agak sedikit surprise lihat Tabel Aset Bersih seseorang. Pada table liabilitasnya tercantum utang jangka pendek yaitu kartu kredit sebesar X. Dan rencananya ini akan dilunasi dalam 3 bulan. Terus apa yang aneh ?
Pada table Asetnya (asset lancar) dia mempunyai uang dalam bentuk tabungan sebesar 2X, dimana uang tersebut belum ada pengalokasiaannya, apakah itu dana darurat atau untuk tujuan keuangan jangka pendek lainnya. Selain itu dia mempunyai dalam bentuk deposito sebesar 5X . Dan ada juga dalam bentuk reksadana saham sebesar kira-kira 2X.
Lah, dia mempunyai tabungan untuk melunasi utang kartu kreditnya, kenapa harus dicicil ? Mau memberikan sumbangan kepada penerbit kartu kredit ?
Saat itu juga saya menelpon dia dan mengatakan “lunasin semua tagihan kartu kreditmu”. Ambil dari tabunganmu yang sebesar X. Kalau memang kamu berniat mau cicil, cicil kepada dirimu sendiri. Kamu bisa tetap melakukan pembayaran seperti yang kamu rencanakan (kalau memang sukanya mencicil ) cuma bukan kepada penerbit CC tapi kepada dirimu sendiri.
Baiklah untuk kondisi diatas kita buat hitung-hitungannya biar semakin jelas kelihatan kesalahannya dimana.
Misalkan dia mempunyai tagihan CC 6 juta, dengan rencana mencicil 3 kali (2 juta perbulan) dengan bunga CC sekarang 3.5% maka dia akan dikenakan bunga (berbunga) sebesar Rp 455.252

Terus bandingkan, dengan uang sebesar Rp 6.000.000 yang diendapkan di tabungan selama 3 bulan apakah dia akan mendapatkan bunga sebesar yang harus dia bayar ke penerbit CC ? Sebagai informasi tabungan Anda di bank baru tidak akan tergerus uangnya jika saldonya minimal Rp 6 juta. Pada level itu, biaya administrasi dan bunga mencapai titik keseimbangan.
Jadi jika Anda menabung Rp 6 juta TIDAK AKAN MUNGKIN mengejar bunga yang akan Anda bayar ke penerbit CC.
Secara psikologis memang terkesan meringankan batin membayar 2 juta perbulan dibandingkan membayar sekaligus 6 juta walaupun saat itu kita memiliki uang sebesar itu. Tapi itu merupakan kesalahan fatal teman. Prioritaskan bayar utang apalagi yang sifatnya bunga berbunga seperti kartu kredit jika Anda masih punya Aset. Apalagi seperti contoh kasus diatas.
Semoga Bermanfaat..