Oleh: Uliel Siregar

Kesalahan yang paling sering dilakukan orang ketika mendengar kata “menabung” dan “investasi” adalah menyamakan artinya. Dalam beberapa kasus, penggunaan kedua kata ini bahkan kerap dibolak-balik. Padahal ada perbedaan yang cukup signifikan antara keduanya.
Menabung pada dasarnya adalah menyiapkan dana untuk keperluan darurat (jaga-jaga) yang secara spefisik bertujuan untuk jangka waktu pendek (biasanya dibawah tiga tahun, bahkan satu tahun). Ada setidaknya dua aspek penting dalam menabung. Pertama, adanya jaminan pengembalian nilai modal atau uang pokok (safety of principal) dan kedua, adanya kemudahan dalam mengonversikannya ke dalam cash (liquidity of fund). Karena sifat-sifat ini, umumnya tingkat hasil pengembalian dari tabungan rendah, dan biasanya tidak bisa mengalahkan tingkat inflasi.
Dalam bahasa kiasan, menabung sesederhana “menaruh uang di bawah bantal”. Yang dilakukan hanya menyisihkan uang dan menyimpannya tanpa mengharapkan tingkat imbal hasil (return). Mengenai akan digunakan untuk apa simpanan uang tersebut, kadang belum terpikirkan. Dalam menabung, cara yang kita ketahui baru terbatas dalam bentuk tabungan dan deposito di bank.
Sementara itu, investasi difokuskan untuk meningkatkan nilai aset atau melindungi nilai aset yang sudah dimiliki. Tidak seperti menabung, investasi lebih bertujuan untuk jangka panjang. Tingkat resikonya pun terbilang lebih tinggi, termasuk kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Namun, di sisi lain sanggup memberikan return yang lebih potensial dan dapat mengalahkan tingkat inflasi.
Investasi sifatnya lebih kompleks. Dibutuhkan perencanaan matang mengenai dana yang diinvetasikan, misalnya untuk kebutuhan apa dana tersebut, berapa lama waktu yang dibutuhkan, bagaimana mengalokasikan dana pada masing-masing instrumen investasi yang dipilih, bagaimana implementasi dan evaluasinya serta langkah penyesuaian jika terjadi perubahan.
Berikut perbandingan karakter menabung dan investasi:
| Menabung | Investasi |
| Aman Mudah diakses Tingkat hasil pengembalian rendah Biasanya tidak bisa mengalahkan inflasi Digunakan untuk tujuan keuangan jangka pendek |
Ada unsur resiko Volatif Tingkat hasil pengembalian lebih potensial Biasanya bisa mengalahkan tingkat inflasi Tujuan keuangan jangka menengah atau panjang |
Satu hal yang harus Anda pertimbangkan, investasi hanya bisa diakukan setelah Anda mempunyai tabungan yang cukup.