February 5, 2010
January 19, 2010
Tawaran Cicilan KPR dengan Bunga Tetap
Posted by Dokter Keuangan under Indikator & ReferensiLeave a Comment
January 13, 2010
Question
Saya seorang profesional berpraktek di Jakarta, dengan penghasilan 3 – 3,5 juta rupiah. Istri saat ini mengurus bayi yang baru lahir. Saya dan keluarga tinggal di rumah ibu saya. Tabungan kami saat ini Rp 27 juta. Saya berencana melanjutkan pendidikan master 1 tahun di Malaysia yang telah saya hitung total biaya (biaya kuliah, akomodasi, makan, asuransi kesehatan, dll) adalah Rp. 58 juta. Harga tersebut adalah asumsi biaya saya sendiri. Sedangkan istri dan bayi tinggal bersama ibu saya. Apakah bijaksana jika saya mengajukan pinjaman kepada Bank Syariah? Apa saran dari Ibu ? Atas penjelasan Ibu saya ucapkan terima kasih Fariz
Fariz Nurwidya ~ Jakarta Timur
Answer :
| Terima kasih Bapak Fariz untuk email dan pertanyaannya. Berdasarkan email di atas, dengan tabungan sejumlah Rp 27 juta, sementara berdasarkan hitungan Anda, dana pendidikan yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 58 juta. Artinya masih ada kekurangan lagi sebesar Rp 31 juta.
Sebelum meminjam, beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan terlebih dahulu adalah: Bagaimana cara pengembalian pinjaman. Kalau Anda melanjutkan kuliah di Malaysia, apakah Anda masih mendapatkan gaji dari perusahaan Anda yang sekarang. Jika tidak dari mana sumber dana untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Dari hasil penelusuran di website perbankan Syariah yang menyediakan pembiayaan pendidikan, untuk pinjaman di atas Rp25 juta, bank akan meminta aset (berupa mobil atau rumah) sebagai jaminan. Apakah Anda mempunyai aset tersebut sebagai jaminan? Jumlah yang dapat disalurkan tergantung kemampuan mencicil nasabah, maksimal 40% dari pendapatan. Artinya, jika Anda masih tetap mendapat penghasilan dari perusahaan tempat Anda bekerja sekarang, kemampuan mencicil Anda sebesar 40% dari 3,5 juta (yaitu Rp 1,4 juta perbulan). Tempo pinjaman biasanya jangka pendek antara satu sampai tiga tahun. Margin yang dikenakan sekitar 14% pertahun (bunga flat). (sumber data: Kredit Edukasi Bank Syariah Mandiri). Biasanya, pihak perbankan yang memberikan pembiayaan pendidikan menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan. Di luar itu, pinjaman menjadi pinjaman biasa (konsumtif) dan akan dikenakan margin pinjaman konsumtif. Anda bisa melakukan perbandingan beberapa Bank Syariah yang memberikan fasilitas pembiayaan pendidikan sesuai dengan kondisi Anda saat ini. Semoga informasinya cukup membantu. |
January 8, 2010
Perbandingan Deposit Awal & Biaya Transaksi Online Trading (OLT)
Posted by Dokter Keuangan under Indikator & Referensi1 Comment
Dengan makin majunya teknologi, makin memudahkan Investor, terutama dengan diperkirakan akan boomingnya OLT pada tahun 2010 ini. Hal ini tentu menjadi peristiwa penting buat investor yang tertarik masuk ke bursa. Persaingan diantara sekuritas memungkinkan Investor yang bermodal kecil pun bisa ikut berperan serta. Berikut perbandingan beberapa sekuritas (sumber : Kontan Edisi 4 – 10 Januari 2010)
January 7, 2010
Kredit Tanpa Agunan Buat Umur Dibawah 21 Tahun
Posted by Dokter Keuangan under Tanya JawabLeave a Comment
Question :
Saya adalah seorang karyawan swasta di salah satu perusahaan di Pekanbaru dengan penghasilan lebih kurang Rp. 2 Jt. Karena kebutuhan, saya dan keluarga ingin sekali membeli sepeda motor untuk adik saya yang sudah bekerja dengan cara kredit. Beberapa waktu lalu ada penawaran dari beberapa bank mengenai KTA dan saya tertarik untuk mencobanya, karena kalau kita kredit melalui dealer atau finance, bunganya lebih besar dibanding dengan KTA.
Namun saya terkejut dan kecewa mengetahui bahwa saya tidak bisa mendapatkan KTA tersebut karena umur saya yang belum cukup 21 tahun. Sementara saya butuh sekali sepeda motor tersebut.
Mohon bantuan ataupun sarannya dimana saya bisa mendapatkan KTA sekitar Rp. 25 jutaan dengan bunga yang relatif rendah dibandingkan dengan kredit yang ditawarkan oleh pihak dealer tanpa batasan umur (umur 19 tahun diperbolehkan). Dalam pikiran saya, kan saya mampu membayar cicilan untuk kredit tersebut. Disamping adik saya juga akan membantu jika dana saya tidak mencukupi.
Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuannya.
Dewy Azura ~ Pekanbaru
Answer :
Terima kasih Dewi untuk email dan pertanyaannya.
Setiap perbankan mempunyai ketentuan dan proses administrasi masing-masing, tetapi biasanya satu sama lain tidak berbeda jauh. Berdasarkan ketentuan inilah, mereka dapat memutuskan apakah calon debitur lolos proses adminitrasi atau tidak. Berikut saya cuplik dari salah satu website perbankan ketentuan umum persyaratan pengajuan KTA yaitu:
- Warga Negara Indonesia (WNI) & berdomisili di Indonesia
- Umur minimum 21 tahun & maksimum 55 tahun (pada saat kredit lunas)
- Memiliki pekerjaan / penghasilan tetap per bulan minimal: Rp. 2,5 juta (Jabodetabek – Bandung)
- Memiliki pekerjaan / penghasilan tetap per bulan minimal: Rp. 2 juta (diluar Jabodetabek – Bandung)
- Limit kredit maksimal 5 kali gaji (Rp.5 juta s/d. Rp. 200 juta)
Dari ketentuan diatas Dewi tidak memenuhi ketentuan dalam persyaratan umur karena masih 19 tahun. Kredit motor juga mensyaratkan ketentuan yang sama untuk umur yaitu minimum 21 tahun. Jadi dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa Anda belum bisa memenuhi persyaratan untuk mengajukan KTA maupun kredit motor.
Anda bisa mencari solusi dengan meminta tolong kepada keluarga atau teman yang memenuhi persyaratan administrasi untuk mengajukan kredit dan tentunya mempercayai Anda. Anda bisa menggunakan nama keluarga (teman) Anda tersebut, dimana Andalah yang membayar cicilan. Tentunya ini bisa terjadi jika ada kesepakatan dan kepercayaan antara kedua belah pihak.
Satu hal yang perlu Anda pertimbangkan, umumnya bunga KTA cukup tinggi yaitu rata-rata di kisaran 0,9% – 2% per bulan. Jadi kalau dihitung per tahun mencapai 10,8% – 24%. Sedangkan bunga untuk kredit bermotor rata-rata 10% – 15% pertahun.
Solusi lain yang bisa Anda lakukan adalah menunda keinginan Anda mengkredit motor dan menabung sampai tercapai sejumlah nilai yang Anda butuhkan untuk membeli motor. Supaya waktunya lebih cepat terealisasi, Anda bisa menggabungkan tabungan Anda dengan adik Anda. Selamat menabung dan meraih impian.
Salam semangat menabung.
November 25, 2009
Etiskah meminjam pesangon orangtua untuk modal usaha?
Posted by Dokter Keuangan under Tanya JawabLeave a Comment
Question :
Saya seorang mahasiswa semester akhir, berencana setelah lulus kuliah nanti akan membuka suatu usaha di daerah Sumatera Barat dan tidak bekerja. Untuk itu saya berencana ingin meminjam uang pesangon orang tua sebesar 160 juta, dan saat ini saya pribadi memiliki investasi di reksadana sebesar 28 juta dan asuransi unit link.
pertanyaan saya: berapa persen uang yang saya pinjam tadi dipergunakan untuk modal dan dipergunakan untuk menjadi DP kendaraan operasional usaha?
Terima kasih,
Bima-Bekasi
Answer:
Dear Bima,
Terima kasih untuk emailnya. Anda sangat mempunyai jiwa enterpreunership yang sangat kuat. Hal ini dilihat dari persiapan Anda, padahal Anda masih kuliah. Semoga makin banyak jumlah calon-calon enterpreuneur seperti Anda.
Dengan modal sekitar 160 juta ditambah 28 juta dari reksadana Anda, berarti Anda sudah bisa memulai usaha dengan modal 188 juta. Sayang disini Anda tidak menyebutkan spesifik jenis usaha yang mau Anda geluti.
Dalam menjalankan usaha, secara umum ada 3 jenis biaya yang akan Anda keluarkan yaitu:
1. Biaya Infrastruktur
Jenis modal yang harus Anda keluarkan di awal, dan biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh-contoh modal ini adalah bangunan atau sewa tempat, peralatan seperti komputer, kendaraan, perabotan kantor dan barang-barang lain yang dipakai untuk jangka panjang.
Misalnya kalau usaha Anda usaha bengkel motor, maka modal biaya infrastruktur Anda adalah bangunan, alat-alat perbengkelan, dan perabot lain yang dibutuhkan di bengkel tersebut.
Biasanya, modal ini nilainya cukup besar karena dipakai untuk jangka panjang. Tetapi nilai dari biaya infrastruktur ini akan menyusut dari tahun ke tahun bahkan bisa dari bulan ke bulan.
2. Biaya Modal Kerja
Ini adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membeli atau membuat barang dagangan Anda. Modal kerja ini bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap order datang.
Sebagai contoh, kalau usaha Anda usaha tempat makan, maka modal kerja yang Anda butuhkan adalah modal untuk membeli bahan makanan. Kalau usaha Anda usaha pembuatan barang kerajinan, maka modal kerja Anda adalah uang yang Anda keluarkan untuk membeli bahan baku.
Prinsipnya, tanpa modal kerja, Anda tidak akan bisa menyelesaikan order Anda atau tidak memiliki barang dagangan. Nanti, bisa-bisa Anda malah tidak akan dapat pembeli karena barangnya saja tidak ada. Disinilah pentingnya modal kerja.
3. Biaya Operasional
Modal yang terakhir adalah biaya operasional, modal yang harus Anda keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari bisnis Anda. Contohnya pembayaran gaji pegawai, telepon, listrik, air dan lain-lain.
Berdasarkan pembagian biaya modal usaha diatas maka biaya untuk membayar DP kendaraan operasional usaha dimasukkan dalam biaya modal infrastruktur yang sifatnya jangka panjang.
Untuk menghitung biaya DP kendaraan operasional mungkin Anda bisa menggunakan metoda terbalik. Anda hitung dulu semua total biaya yang Anda butuhkan untuk menjalankan usaha tersebut kecuali biaya kendaraan operasional. Untuk mendapatkan Angka DP kendaraan Operasional, Anda tinggal mengurangkan Modal yang sudah terkumpul dengan total biaya. Selisihnya bisa Anda gunakan sebagai modal untuk membayar DP kendaraan operasional.
Bisa dibuat dalam bentuk rumus seperti dibawah ini:
Modal DP kendaraan Operasional = Modal yang sudah terkumpul (188 juta) – Total biaya yang dibutuhkan.
Semoga informasinya membantu.
November 25, 2009
Question:
Saya berencana mau membeli rumah seken (baru dibangun dan didiami sejak 2 tahun lalu) yang lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Sebenarnya saya sudah memiliki sebuah rumah namun lokasinya agak jauh dari kota dan saat ini saya kontrakkan. Saat ini saya tinggal di rumah dinas dan lokasinya dekat dengan pusat kegiatan. Mengingat harga jual rumah yang akan saya beli harganya agak tinggi, saya berencana mau menjual rumah saya yang saya kontrakkan tadi (status rumah tersebut sudah lunas dan surat-suratnya lengkap) dan sisa pembayarannya akan saya bayar lewat KPR.
Dengan kondisi semacam itu dan dilatar belakangi dengan pekerjaan saya sebagai PNS, bagaimanakah cara yang paling bijak untuk bisa mendapatkan rumah baru tersebut? Sekedar diketahui, rumah dinas yang saya tempati saat ini kondisinya sudah tidak layak huni karena merupakan bangunan lama sehingga saya memutuskan untuk segera migrasi.
Yayan ~ Samarinda
Answer:
Dear Bapak Yayan,
Terima kasih email nya. Sayang informasi yang Anda berikan tidak cukup detail seperti mengenai harga rumah yang akan Anda beli dan estimasi harga jual rumah yang akan Anda jual begitu juga dengan penghasilan Anda.
Hal yang harus Anda pertimbangkan untuk mewujudkan rencana ini jika Anda memilih KPR sebagai sarana pembiayaan untuk memiliki rumah baru di pusat kota adalah mempersiapkan uang muka rumah dan administrasi (biaya-biaya KPR). Besarnya uang muka umumnya adalah 30% dari harga rumah.
Disini harga rumah lama Anda akan menjadi uang muka plus biaya-biaya administrasi. Dengan asumsi harga jual rumah lama haruslah lebih besar dari 30% dari harga rumah baru. Semakin besar uang muka maka cicilan KPR Anda akan makin kecil. Artinya semakin besar harga jual rumah lama maka cicilan KPR Anda semakin kecil.
Cicilan KPR yang bisa Anda dapatkan sangat bergantung kepada penghasilan, biasanya nilainya sebesar 30% dari penghasilan gabungan (penghasilan suami + istri).
Supaya lebih ada gambaran buat Anda, disini saya pakai asumsi.
Misalkan harga jual rumah lama Anda adalah 100 juta. Penghasilan gabungan Anda adalah 10 juta, sehingga Anda punya kemampuan membayar angsuran 3 juta perbulan. Dengan menggunakan Simulasi Budget, maka berikut estimasi hitungan harga rumah yang bisa bapak beli (lihat tabel). Saya bagi dalam 2 tabel untuk masa cicilan 20 tahun dan 15 tahun.
| Plafon Kredit yang sesuai dengan budget Anda | ||
| Uang Muka (Rp) | 66.012.959 | 60.850.836 |
| Pokok Hutang/Plafon Kredit (Rp) | 264.051.837 | 243.403.346 |
| Angsuran (Rp) | 3.000.000 | 3.000.000 |
| Jangka Waktu (bulan) | 240 | 180 |
| Suku Bunga Efektif (per tahun)
|
12.50% | 12.50% |
| Harga Rumah yang bisa dibeli (Rp)
|
330.064.797 | 304.254.183 |
Uang Muka dibuat tidak sama dengan harga jual rumah lama sebesar 100 juta karena sebagian dipergunakan untuk membayar biaya administrasi KPR.
Semoga estimasi hitungan diatas bisa memberikan gambaran untuk melihat kemampuan financial Anda untuk memiliki rumah baru.
Yang menjadi kendala lain mungkin adalah Anda harus memastikan menjual rumah lama terlebih dahulu, sementara di sisi lain Anda juga harus bersaing dengan pembeli lain yang tertarik dengan rumah yang akan Anda beli.
November 13, 2009
By : Uliel Siregar

Liburan panjang sudah di depan mata. Sebagian sudah punya rencana mudik, jalan-jalan bahkan berpetualang. Tapi mungkin sebagian lagi karena alasan keuangan tidak bisa melakukan liburan tersebut,. Liburan kali ini membutuhkan dana lebih dibandingkan hari-hari biasanya karena jatuh pada high season, dimana umumnya harga melambung naik bahkan bisa mencapai 100% seperti transportasi dan akomodasi.
Tapi tidak usah berkecil hati, hal ini bukan berarti tidak bisa bersenang-senang atau liburan. Ciptakan liburan Anda sendiri yang sesuai dengan kondisi keuangan saat ini tanpa mengurangi kegembiraan Anda. Keluarkan ide-ide kreativitas Anda. Bahkan Anda bisa tambah gembira lagi karena dana Anda bisa Anda alokasikan ke hal lain yang lebih penting. Misalnya tabungan untuk liburan akhir tahun nanti, menambah cicilan mobil yang Anda impikan atau dana untuk tujuan keuangan Anda yang lain.
Berikut beberapa kegiatan atau liburan dimana biaya yang dibutuhkan sangat kecil bahkan tanpa perlu mengeluarkan uang :
- Manfaatkan keanggotaan club yang Anda ikutin seperti club renang, tenis, fitness. Liburan bukan berarti berhenti olahraga kan ? Bahkan Anda akan memperoleh dua manfaat yaitu kesehatan fisik dan kesehatan keuangan. Ajak pasangan, teman atau keluarga Anda. Kapan lagi bisa olahraga sambil menghabiskan waktu bersama-sama kan ?
- Jongging di kompleks rumah, taman atau di jogging track yang dekat dengan tempat tinggal Anda. Manfaatkan sarana olah raga yang umumnya tersedia di kompleks tempat tinggal Anda seperti lapangan bulu tangkis, basket. Anda bisa mengajak teman atau tetangga dan supaya menarik buat dalam suasana kompetisi.
- Berkunjung ke perpustakaan umum jika Anda suka membaca. Atau Anda bisa bertukar bahan bacaan dengan teman Anda yang mempunyai minat yang sama. Anda bisa berdiskusi dan mengulas suatu buku bersama-sama.
- Menonton film-film yang belum sempat Anda tonton. Saatnya di hari liburan panjang ini Anda menghabiskan film-film yang masih tersimpan rapi. Atau Anda bisa juga tukar film (DVD) dengan teman Anda yang mempunyai minat sama.
- Jika Anda menyukai barang-barang seni dan bersejarah, Anda bisa berkunjung ke museum atau galleri, tempat ini bisa jadi alternatif. Umumnya uang masuk museum dan galleri cukup atau sangat murah.
- Pergi Nonton konser dan Festival gratis. Anda rajin-rajin saja mencari informasi.
- Buat kegiatan di halaman belakang atau di luar rumah : kegiatan ini bisa menyenangkan jika bersama-sama dengan keluarga, teman atau orang-orang terdekat.
- Games Kartu Sederhana seperti Monopoli, Smart Money Game atau (permainan yg susun huruf jadi word, itu namanya apa ya ? *lupa*). Pilih jenis permainan yang bisa meningkatkan kreativitas anak.Permainan kartu juga bisa menarik buat orang dewasa jika dilakukan secara bersama-sama dengan teman-teman. Tinggal Anda bagaimana men-set nya sehingga permainan tetap menarik dan bisa jadi ajang buat bercanda, saling menggoda dan menghabiskan waktu bersama.
- Memindahkan acara dapur ke halaman belakang atau ruangan terbuka di luar rumah dan memasak bersama-sama. Seperti buat acara Barbeque.
- Potluck dengan teman-teman yang tidak berlibur keluar kota. Tempatnya disepakatin disalah satu rumah peserta. Masing-masing membawa makanan atau masakan favoritenya. Saling berbagi resep dan bercerita atau ngalor-ngidul dari A-Z juga menyenangkan.
- Menonton bersama-sama dengan keluarga dan teman-teman. Pilih waktunya malam dan set seperti di bioskop. Sewa DVD yang judulnya diisepakati bersama, buat pop corn dan beli minuman soft drink atau juice, Midnight di rumah.
- Hunting foto bagi yang suka fotografi. Objeknya bisa yang berada di sekitar lingkungan Anda. Selain hunting foto, Anda juga jadi mengenal lingkungan sekitar lebih dekat.
- Jika Anda suka kegiatan sosial, Anda bisa mendaftar jadi volunteer untuk kegiatan social seperti ke panti jompo, mengajar anak2 jalanan dan lain-lain.
Anda bisa buat camp kecil dibelakang rumah jika Anda mempunyai anak kecil. Atau buat permainan sederhana tapi Anda set seperti petualangan. Misalnya mencari harta karun. Anda sembunyikan beberapa benda yang disukai anak Anda dan tugas anak Anda mencarinya.
Atau liburan ini bisa juga Anda manfaatkan untuk mencari uang tambahan….
November 13, 2009
Salah satu kesalahan Perempuan dalam Mengelola Keuangan : Suka Mencicil
Posted by Dokter Keuangan under HutangLeave a Comment
By : Uliel Siregar
Tadi malam agak sedikit surprise lihat Tabel Aset Bersih seseorang. Pada table liabilitasnya tercantum utang jangka pendek yaitu kartu kredit sebesar X. Dan rencananya ini akan dilunasi dalam 3 bulan. Terus apa yang aneh ?
Pada table Asetnya (asset lancar) dia mempunyai uang dalam bentuk tabungan sebesar 2X, dimana uang tersebut belum ada pengalokasiaannya, apakah itu dana darurat atau untuk tujuan keuangan jangka pendek lainnya. Selain itu dia mempunyai dalam bentuk deposito sebesar 5X . Dan ada juga dalam bentuk reksadana saham sebesar kira-kira 2X.
Lah, dia mempunyai tabungan untuk melunasi utang kartu kreditnya, kenapa harus dicicil ? Mau memberikan sumbangan kepada penerbit kartu kredit ?
Saat itu juga saya menelpon dia dan mengatakan “lunasin semua tagihan kartu kreditmu”. Ambil dari tabunganmu yang sebesar X. Kalau memang kamu berniat mau cicil, cicil kepada dirimu sendiri. Kamu bisa tetap melakukan pembayaran seperti yang kamu rencanakan (kalau memang sukanya mencicil ) cuma bukan kepada penerbit CC tapi kepada dirimu sendiri.
Baiklah untuk kondisi diatas kita buat hitung-hitungannya biar semakin jelas kelihatan kesalahannya dimana.
Misalkan dia mempunyai tagihan CC 6 juta, dengan rencana mencicil 3 kali (2 juta perbulan) dengan bunga CC sekarang 3.5% maka dia akan dikenakan bunga (berbunga) sebesar Rp 455.252

Terus bandingkan, dengan uang sebesar Rp 6.000.000 yang diendapkan di tabungan selama 3 bulan apakah dia akan mendapatkan bunga sebesar yang harus dia bayar ke penerbit CC ? Sebagai informasi tabungan Anda di bank baru tidak akan tergerus uangnya jika saldonya minimal Rp 6 juta. Pada level itu, biaya administrasi dan bunga mencapai titik keseimbangan.
Jadi jika Anda menabung Rp 6 juta TIDAK AKAN MUNGKIN mengejar bunga yang akan Anda bayar ke penerbit CC.
Secara psikologis memang terkesan meringankan batin membayar 2 juta perbulan dibandingkan membayar sekaligus 6 juta walaupun saat itu kita memiliki uang sebesar itu. Tapi itu merupakan kesalahan fatal teman. Prioritaskan bayar utang apalagi yang sifatnya bunga berbunga seperti kartu kredit jika Anda masih punya Aset. Apalagi seperti contoh kasus diatas.
Semoga Bermanfaat..
November 13, 2009
Dana Darurat untuk Kondisi Gawat
Posted by Dokter Keuangan under Perencanaan KeuanganLeave a Comment
By : Uliel Siregar
Dalam kehidupan sering terjadi hal yang tidak diharapkan. Kehilangan pekerjaan, sakit yang membutuhan biaya pengobatan besar, musibah, perbaikan rumah/ kendaraan – semua ini dapat menggoyang perahu keuangan Anda. Dalam kondisi seperti ini, hal terakhir yang bisa Anda lakukan adalah (terpaksa) beralih pada kartu kredit atau pinjaman. Tentunya, langkah berutang ini pun akan menimbulkan masalah baru, yaitu bunga (berbunga).
Di sinilah Anda perlu membekali diri dengan dana darurat. Dari segi arti, dana darurat adalah tabungan yang dapat Anda akses dengan mudah dalam kondisi darurat. Gunanya? Untuk mengantisipasi keadaan tak terduga.
Berapa jumlah dana darurat yang ideal?
Sebagian besar ahli perencanaan keuangan setuju bahwa rumus ideal dana darurat adalah 3-12 X pengeluaran per bulan. Besarnya tergantung kondisi Anda; apakah Anda mempunyai anak/ tidak, atau sedang dalam kondisi berutang/ tidak.
Contoh: jika pengeluaran per bulan Anda Rp 3 juta, maka dana darurat ideal Anda adalah Rp 9-36 juta.
Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat tabel di bawah ini:

Seperti sudah diutarakan di atas, manfaat utama dana darurat adalah untuk mengantisipasi keadaan tak terduga, misalnya kehilangan penghasilan tiba-tiba. Jika Anda atau pasangan di-PHK, sementara masih ada tagihan yang harus dibayar, jumlah uang dalam rekening dana darurat dapat dipakai untuk menutup pengeluaran bulanan. Angka bulan dalam tabel adalah asumsi jangka waktu yang diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan kembali. Karenanya, saat menyusun rencana, berilah ruang untuk skenario terburuk, sehingga hal darurat yang sifatnya remeh (seperti mengganti AC yang rusak) akan dapat diatasi dengan mudah.
Mulai dari jumlah kecil
Tak perlu risau jika saat ini Anda belum mempunyai dana darurat, atau merasa sulit menabung. Kuncinya sederhana kok: mulailah dari jumlah yang kecil. Jika dikumpulkan secara berkala dan disiplin, jumlah kecil pun lama-lama akan menjadi bukit. Tahu-tahu dana darurat sebesar 12 bulan pengeluaran per bulan Anda telah terbentuk.
Coba mulai dengan 5% dari penghasilan bulanan Anda. Walau jumlah yang ditabung tak bertambah cepat, yang penting Anda mulai menabung dan membuatnya jadi kebiasaan. Setelah beberapa bulan, Anda tidak akan menyadari dana “yang hilang” sampai kemudian Anda terbiasa dan kemudian bisa meningkatkannya menjadi 10% bahkan sampai 30%.
Cara terbaik untuk memulai adalah pergi ke bank, buka akun baru (bila belum punya) dan mulai mengisinya untuk pertama kali. Langkah selanjutnya adalah berdisiplin diri menabung untuk kemudian menjadikannya kebiasaan rutin. Buat jadwal menabung yang teratur; apakah mingguan, dua mingguan, atau sebulan.
Dimana menyimpan dana darurat?
Sebelumnya ada beberapa hal yang harus perhatikan dalam penempatan dana darurat Anda, yaitu:
* harus likuid, artinya mudah dikonversi ke cash
* mudah diakses
* aman, dijamin oleh pemerintah
* nilai pokok tidak berkurang atau mengalami penurunan
Sebagai langkah awal, Anda dapat menempatkannya pada tabungan yang mudah digunakan. Setelah tabungan berkembang, mungkin Anda menginginkan bunga yang rasional sehingga uang Anda tidak tergerus inflasi. Untuk itu, cobalah menempatkan sebagian tabungan Anda pada instrumen pasar uang, deposito atau emas.
Sangat penting untuk menyimpan dana darurat pada instrumen yang sifatnya likuid. Kenapa? Agar Anda dapat mengambil uang tersebut dengan cepat pada saat dibutuhkan. Jangan pernah menempatkan dana ini pada saham atau reksadana karena sifatnya yang volatif (mudah berubah) di pasar, yang dapat menyebabkan Anda kehilangan uang Anda dalam jangka waktu pendek.
Panduan membuat dana darurat:
1. Tentukan besar dana darurat yang diperlukan
Apakah 3, 6 atau 12 kali dari jumlah pengeluaran perbulan. Berapapun itu, pastikan Anda merasa nyaman dengan jumlah tersebut. Jika sudah memutuskan, lanjutkan dengan langkah kedua (lihat tabel). Jika Anda lajang, maka besar dana darurat yang dibutuhkan minimal 3 X pengeluaran perbulan. Jika Anda berkeluarga dengan satu anak, minimal dana darurat 6 X pengeluaran perbulan.
2. Hitung pengeluaran perbulan
Hitung pengeluaran per bulan Anda dengan membuat daftar, mulai dari sewa rumah, makanan, utilitas, cicilan utang, transportasi, asuransi dan semua tagihan yang harus Anda bayar. Gunakan bantuan laporan keuangan bulanan untuk membuat daftar ini. Setelah itu, jumlahkan total pengeluaran Anda dan kalikan hasilnya dengan jumlah bulan yang sudah Anda tentukan sebelumnya. Misalnya, jika Anda masih lajang dengan pengeluaran 3 juta perbulan, maka Anda membutuhkan dana darurat sebesar 9 juta.
3. Buka/ buat rekening terpisah untuk dana darurat
Begitu Anda sudah menentukan jumlah yang akan ditabung, jangan lupa untuk memutuskan tempat menyimpannya. Karena dana darurat harus likuid dan mudah diakses, maka tabungan, pasar uang, deposito dan sertifikat jangka pendek adalah pilihan yang cocok. Selain memberikan likuiditas yang dibutuhkan, instrumen-instrumen ini bisa juga memberikan bunga. Sebagai contoh, tempatkan dana sebesar 1 bulan pengeluaran dalam bentuk tabungan (cash), dana sebesar 2 bulan pengeluaran dalam bentuk pasar uang dan sisanya dalam bentuk deposito.
4. Tentukan berapa besar yang bisa ditabung
Hal ini berlaku bila Anda – seperti banyak orang lain – membutuhkan waktu untuk mengumpulkan dana darurat. Lihat keseluruhan keuangan Anda dan tentukan berapa banyak yang bisa Anda tabung tiap bulan ke pos dana darurat. Bila jumlah yang bisa Anda sisihkan ‘hanya’ Rp 100,000, tak masalah, yang penting Anda sudah memulainya hari ini.
5. Membuat transfer otomatis
Manfaatkan teknologi dan fasilitas perbankan yang semakin mempermudah nasabah. Gunakan fasilitas transfer otomatis ke dana darurat Anda. Oya, jangan lupa untuk memeriksa dan memantau perkembangan uang Anda dari bulan ke bulan.
6. Cari cara untuk meningkatkan kemampuan menabung Anda
Ingin lebih cepat mencapai tujuan keuangan Anda? Temukan cara kreatif untuk meningkatkan keuangan Anda. Hal ini bisa Anda lakukan dengan meningkatkan penghasilan Anda, atau dengan menghilangkan pengeluaran-pengeluaran yang tak perlu.
Dengan persiapan dana darurat, Anda tidak akan perlu khawatir lagi.


